Komunikasi
merupakan kegiatan yang paling sering dilakukan di organisasi yaitu 75%-95%
dari seluruh kegiatan organisasi. Dari kegiatan tersebut dapat dirinci 5% untuk
menulis, 10% baca, 35% bicara dan 50% mendengar.
Adapun komunikasi tersebut dilakukan dalam kerangka
- 44% untuk
komunikasi rutin
- 26% untuk pengembangan sdm antara lain untuk penilaian
karyawan, konseling karyawan training, seleksi, promosi karyawan, dll.
- 19% untuk traditional management seperti pengawasan,
memberi instruksi, melapor, dll.
- 11% untuk networking antara lain untuk berkoordinasi
dengan bagian lain, mencari informasi pesaing, dll.
Teori peran
komunikasi dalam organisasi
1. Fayol's
Gangplank Concept - 1949.
Komunikasi dalam organisasi membuat
alur pintas agar komunikasi lebih effektif
daripada menggunakan komunikasi berdasar struktur.
2. Modern
Perspective - Luthans & Lersen – 1986
Pada dasarnya komunikasi dalam
organisasi dapat dipisahkan menjadi dua sumbu, vertikal dan horizontal.
Humanistic interactor
-
Interaksi atasan bawahan tinggi
-
Orientasi pada manusia
Mechanistic isolate
Frekwensi dan intensitas komunikasi kecil hanya pada
komunikasi formal.
Informal developer
-
Komunikasi spontan
-
AKtivitas pada pengembangan sdm
Formal controlled
-
Menggunakan interaksi terjadwal
-
Ada aktivitas controlling/monitoring
Bentuk
komunikasi dalam organisasi
1. Management
Information System
Misalnya: dengan menggunakan
computer, data, informasi.
2. Telecomunication
Misalnya: Komunikasi dengan peralatan yang mana komunikator dan komunikan tidak
Misalnya: Komunikasi dengan peralatan yang mana komunikator dan komunikan tidak
3. Berhadapan
langsung.
Misalnya: telepon, TV,
e-mail, voice messaging, electronic bulletin board.
4. Non verbal
communication
Misalnya: Pralinguistic, proxemics,
kinesics, chronemics, olfaksi, tactile, artifactual.
5. Interpersonal
communication
Misalnya: Komunikasi yang
terjadi antar individu.
6. The
organizational communication process
-
instruksi atau komando
-
laporan, pertanyaan, permintaan
-
subsgroup dengan subsgroups
-
staff
Bentuk
komunikasi berdasar struktur organisasi
1. Superior -
subordinate communication
Disebut juga downward
communication yaitu komunikatornya adalah atasan dankomunikasinya adalah
bawahannya. Katz & Kahn menyebutkan 5 bentuk komunikasi downward, yaitu:
a. memberi tugas rinci - job instruction
b. memberi informasi tentang prosedur organisasi
dan latihan-latihan.
c. memberi informasi tentang rastionale of the
job yaitu alasan mengapa tugas tersebut
harus dilakukan
d. memberi tahu tentang kinerja anak buah
e. memberi informasi tentang ideologi organisasi
(visi, misi) untuk memudahkan dalam mencapai tujuan organisasi.Media yang
digunakan adalah media tulis, media lesan, interaktif.
2.
Subordinate
- initiated communication
Disebut juga dengan upward
communication yaitu komunikasi yang terjadi dari bawahan ke atasannya. Adapun
bentuknya adalah:
a. Informasi pribadi tentang gagasan, sikap,
peampilan kerja.
b. Informasi feedback tentang performance teknis,
beberapa informasi penting lainnya.
3. Interactive communication
Komunikasi
yang terjadi pada karyawan yang selevel. Bentuknya adalah:
a. Task coordination
b. Problem solving
c. Information sharing
d. Conflict Resolution
Beberapa faktor pada struktur organisasi yang berpengaruh pada pola komunikasi antara lain:
a. ukuran
b. sentralisasi – desentralisasi
c. degrees of uncertainity

No comments:
Post a Comment