Seperti kita ketahui, komunikasi manusia
tidak hanya menggunakan simbol-simbol verbal melainkan juga simbol-simbol non
verbal. Begitu juga halnya dalam komunikasi antarpribadi, kita tidak hanya
menyampaikan pesan secara verbal, tetapi juga secara nonverbal. Pesan-pesan
nonverbal tersebut bukan hanya memperkuat pesan verbal yang disampaikan,
terkadang malah menyampaikan pesan tersendiri. Oleh karena itu, diperlukan
keterampilan untuk menafsirkan dan memahami pesan-pesan nonverbal tersebut.
Sama
halnya dengan bahasa verbal, pesan-pesan nonverbal pun terikat pada lingkungan
budaya tempat komunikasi berlangsung. Oleh sebab itu, dalam komunikasi
antarpribadi yang banyak menggunakan pesan-pesan nonverbal, diperlukan juga
pemahaman atas lingkungan budaya tempat kita berkomunikasi. Tanpa memiliki
pengetahuan dan pemahaman yang memadai ada kemungkinan komunikasi nonverbal
disalah artikan atau disalah tafsirkan. Oleh karena itu, penting bagi kita
untuk mengetahui pengertian, fungsi dan jenis-jenis komunikasi nonverbal yang
biasa kita pergunakan dalam kegiatan komunikasi kita sehari-hari.
Komunikasi
nonverbal ini pun sangat penting dipahami karena banyak dipergunakan dalam
menampilkan atau menjaga citra seseorang. Dalam kampanye pemilihan presiden
misalnya, seorang kandidat presiden harus menampilkan diri dengan sosok
tertentu sebagai pesan nonverbal yang
akan disampaikan pada calon pemilihnya. Dengan komunikasi nonverbal pulalah
seorang guru menjelaskan materi pelajaran pada para siswanya selain menggunakan
komunikasi verbal. Oleh karena komunikasi nonverbal pulalah, sinetron yang kita
saksikan bisa lebih kita pahami maksudnya.
Pada
modul ini kita akan mempelajari pesan nonverbal dalam konteks komunikasi
antarpribadi dengan memfokuskan diri pada komunikasi nonverbal dan bahasa tubuh
(body language), sebagai bagian
komunikasi nonverbal. Mimik wajah, gerak tangan atau sentuhan merupakan
bahasa tubuh yang banyak menyertai
komunikasi antarpribadi. Selain itu, komunikasi nonverbal yang menyampaikan
pesan dalam wujud sisiran/potongan rambut, model pakaian yang dikenakan atau
jarak yang diambil antara komunikator dan komunikan dalam kegiatan komunikasi.
Ada
begitu banyak dimensi komunikasi nonverbal dan bahasa tubuh ini yang bisa
meningkatkan kemampuan komunikasi antarpribadi. Bahkan salah satu keunggulan
komunikasi antarpribadi dibandingkan dengan konteks komunikasi lainnya adalah
dalam komunikasi antarpribadi bahasa tubuh lebih leluasa untuk dipergunakan,
seperti menggunakan sentuhan atau pesan nonverbal dalam wujud aroma parfum yang
dipergunakan. Dengan demikian, kelima indera manusia dipergunakan untuk
menyampaikan dan menerima pesan-pesan nonverbal tersebut. Hal seperti ini tidak
terjadi dalam komunikasi yang impersonal.
SUMBER : lichyta.wordpress.com/

No comments:
Post a Comment